Halaman

Sabtu, 13 Maret 2010

Larutan Elektrolit

Didalam kehidupan kita sehari-hari kita sudah mengetahui mengenai partikel atau susunan jumlah elektron pada suatu unsur. Namun mungkin belum kita ketahui bahwa sebenarnya ada unsur juga bisa menghantarkan listrik juga. Tapi unsur apa yang bisa menghantarkan listrik ? Dari bendda atau bahan biasanya kita menegtahui istilah yang dimaksud dengan konduktor listrik, yaitu benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Yang paling lazim ialah logam. Meskipun itu, tegangan arus listrik tinggi maupun renddah, gas juga dapat menghantarkan listrik. Dapatkah zat cair juga dapat menghantarkan listrik juga ???

Larutan adalah campuran homogen antara pelarut dan pelarut. Berdasarkan sifat atau daya hantar listriknya, larutan dibeddakan menjaddi larutan elektrolit ddan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantar listrik. Sementara larutan noneletrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantar listrik.

Dibawah ini merupakan ciri-ciri Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit.

Ciri-ciri Larutan Elektrolit :

1. Pada umumnya zat terlarut berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.
2. Dapat menghantarkan arus listrik.
3. Dapat terurai menjadi ion-ion.
4. Bila diuji dengan alat elektrolit lampu akan menyala dan atau timbul gelembung pada suatu larutan.
5. Derajat Ionisasinya antara 0 < α ≤ 1 Ciri-ciri Larutan Nonelektrolit : 1. Pada umumnya zat yang terlarut berupa senyawa kovalen.
2. Tidak ddapat menghantarkan arus listrik.
3. Tidak dapat terurai menjadi ion-ion.
4. Bila diuji dengan alat elektrolit lampu tidak akan menyala dan tidak timbul gelembung pada suatu larutan.
5. Derajat Ionisasinya ialah 0 (α = 1 [Tidak terionisasi] )

Berdasarkan kekuatandaya hantar listriknya, larutan elektrolit dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Larutan elektrolit kuat :
Contoh senyawa : NaCl, KCl, KBr, HNO3, HBr, H2SO4

2. Larutan elektrolit lemah :
Contoh senyawa : CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, NH4OH

Keterangan :
Merah : Logam (Untuk H bisa juga Non logam)
Hijau : Non logam
Biru : Ionik (Campuran Logam dan Non Logam dalam 1 unsur)

Untuk mengetahui dari alat uji elektrolit manakah yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah, bisa kita lihat. Jika suatu larutan di uji cobakan dengan alat uji elektrolit lampu menyala terang dan timbulnya gelembong di eletroda berarti menandakan bahwa larutan itu termasuk larutan elektrolit kuat. Semenatara untuk larutan elektrolit lemah dditanddai jika jika di uji cobakan maka lampu akan menyala redup atau tidak menyala sama sekali namun masih timbul gelembung di elektrodanya.

Untuk menentukan manakah elektrolit yang kuat dan lemah menurut penamaan senyawa bisa dilihat dari senyawanya. Jika senyawanya terdapat unsur logam semua atau ada yang non logam bercampur berarti bisa dikatakan bahwa unsur itu merupakan larutan elektrolit yang kuat. Sementara jika terdapat unsur yang semuanya non-logam namun terpisah dari jumlah unsur yang ada berarti unsur itu dikatakan sebagai larutan lemah.

Dalam konsep elektrolit ini timbul sebuah pertanyaan yaitu, mengapa larutan elektrolit dapat menghantar listrik sedangkan larutan elektrolit tidak ? Pertanyaan ini merupakan pekerjaan rumah para ahli sekitar akhir abadd 19. Pada tahun 1887, Arrhenius berhasil menjelaskan hantaran listik dengan teori ionisasi. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang bergerak bebas. Contohnya :

NaCl → Na+(aq) + Cl-(aq)
HCl(g) → H+(aq) + Cl-(aq)
NaOH(s) → Na+(aq) + OH-(aq)
CH3COOH(l) ↔ CH3COO+(aq) + H-(aq)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar